SARAN UNTUK ORANGTUA (Yang Memiliki Anak Autis)

My Son with High Functioning Autism
My Son with High Functioning Autism
Written by Stephen M. Edelson, Temple Grandin, Ph.D, Bernard Rimland, Ph.D

Tulisan ini ditujukan bagi orang tua dari anak-anak autis yang baru didiagnosa dan orang tua dari anak-anak autis yang tidak mengenal banyak masalah dasar autisme. Diskusi kami didasarkan pada penelitian ilmiah. Karena keterbatasan waktu dan ruang, penjelasan rinci dan referensi tidak termasuk. Menerima hasil diagnosis autisme memang dapat menghancurkan beberapa orang tua. Tetapu bagi beberapa yang lain itu malah justru melegakan karena akhirnya tau apa yang tengah dihadapi anak mereka.

Beberapa orang tua akan merasa kewalahandan ketakutan akan masa depan anak mereka. Bergabung dengan kelompok parent support dapatr membantu mengatasi hal ini. Namun, emosi yang kuat juga bisa membantu untuk memotivasi orang tua untuk mencari bantuan yang efektif untuk anak-anak mereka. Diagnosis ini penting karena dapat membuka pintu untuk berbagai layanan, dan orang tua akan belajar tentang metode perawatan terhadap anak-anak dengan syndrome autis..

Hal terpenting adalah bahwa kita ingin membuat anak-anak autis untuk tumbuh dan berkembang memperbaiki dirinya. Bertentangan dengan apa yang mungkin anda dengar dari buku-buku lama profesional yang tidak memahami autis, autisme dapat diobati. Penting untuk menemukan pelayanan yang efektif,  perawatan dan pendidikan untuk anak-anak autis sesegera mungkin. Semakin dini anak-anak menerima perawatan yang tepat, semakin baik hasil yang didapatkan (meskipun tidak pernah ada kata terlambat untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan). Kemajuan mereka melalui kehidupan mungkin lebih lambat daripada yang lain, tetapi mereka masih dapat hidup bahagia dan produktif dengan dukungan yang sesuai.

Apa itu Autism
Autisme adalah kegagalan perkembangan yang biasanya melibatkan penundaan dan penurunan kemampuan sosial, berbicara dan perilaku. Autisme adalah gangguan spektrum, yang berarti bahwa itu mempengaruhi orang secara berbeda. Beberapa anak mungkin memiliki masalah bicara, sedangkan yang lain mungkin tidak memiliki masalah sama sekali.. Kasus yang lebih ringan mungkin cocok DSM-IV kriteria untuk Pervasive Developmental Disorder (PDD) atau Sindrom Asperger (anak-anak ini biasanya memiliki kemampuan bicara yang normal, tetapi mereka memiliki banyak masalah sosial dan perilaku).

Autisme secara harfiah berarti “kesendirian”, atau hidup di dunianya sendiri. Pada kasus yang berat, anak-anak tidak dapat berinteraksi dengan orang lain, atau memperlakukan orang sebagai obyek. Dalam kasus ringan melibatkan kesulitan memahami dan berhubungan dengan orang lain, dan kesulitan memahami perspektif orang lain dan emosi.

Bila tidak diobati, , anak-anak autis banyak yang tidak bisa mengembangkan keterampilan sosial yang efektif dan tidak dapat belajar untuk berbicara atau berperilaku yang tepat. Sangat sedikit individu sembuh sepenuhnya dari autisme tanpa intervensi apapun. Kabar baiknya adalah bahwa ada berbagai macam pilihan perawatan yang bisa sangat membantu. Beberapa pengobatan dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan, sedangkan perawatan lainnya mungkin memiliki sedikit atau tidak berpengaruh. Tidak ada satu pengobatan untuk membantu semua orang. Berbagai pilihan pengobatan yang efektif akan dibahas di bawah.

Penting untuk memahami bahwa autisme adalah label bagi orang yang memiliki salah satu atau keseluruhan masalah kemampuan sosial, bahasa, dan perilaku. Label autisme tidak menjelaskan penyebab autisme, dan ada kemungkinan bahwa beberapa faktor dapat berkontribusi pada gejala autisme.

Apa perbedaan antara Sindrom Asperger dan Autisme?
Asperger sindrom biasanya dianggap sebagai subtipe dari high-functioning autism. Sebagian besar individu dengan sindrom Asperger digambarkan sebagai “mereka ingin memiliki teman tetapi canggung.”. Mereka tidak memiliki keterampilan sosial untuk memulai dan / atau mempertahankan persahabatan. Mereka juga kurang tertarik untuk memiliki teman. Mereka juga tertunda dalam mengembangkan kemampuan berbicara.

Diagnosa
Gejala autisme dapat diamati oleh orang tua, dokter anak, atau guru. Namun, diagnosis formal terhadap autisme membutuhkan evaluasi oleh psikiater yang berpengalaman, psikolog, ahli saraf, dokter anak atau dokter anak yang mengkhususkan diri dalam gangguan perkembangan. Beberapa individu ada yang mudah didagnosa. aNamun dalam banyak kasus hal ini sulit. Beberapa anak awalnya salah didiagnosis dengan gangguan lain, seperti keterlambatan bicara atau ADHD. Seorang dokter harus mendasarkan diagnosisnya pada kedua interaksi pribadi dengan anak dan diskusi dengan orang tua dari perilaku mereka dalam pengaturan lainnya.

Dua kesalahpahaman mendasar adalah bahwa jika seorang anak dapat berbicara atau bisa menunjukkan emosi maka mereka tidak dapat memiliki autisme. Itu tidak benar. Beberapa orang dengan autisme atau Asperger memiliki bahasa yang normal, dan banyak yang mampu menunjukkan emosi kepada teman dan keluarga. Namun, inti umum dari segala jenis gangguan spektrum autisme adalah keterlambatan atau gangguan dalam pemahaman sosial dan hubungan sosial.

Autism: Tanda-Awal vs Kemunduran
Autisme muncul terkadang diawal kehamilan dan tiga tahun pertama dalam kehidupan. Beberapa orang tua melaporkan bahwa anak mereka tampak berbeda saat lahir. Anak-anak ini disebut sebagai memiliki tanda-awal autisme.
Orang tua lainnya melaporkan bahwa anak mereka tampaknya berkembang secara normal kemudian mengalami kemunduran besar yang kemudian dibaca sebagai autisme. Biasanya sekitar 12-24 bulan. Anak-anak ini disebut sebagai memiliki autisme tanda-akhir atau Kemunduran. Beberapa peneliti berpendapat bahwa autisme ini hanya diketahui oleh orang tua anak. Namun, banyak orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka benar-benar normal (misalnya mampu berbicara, perilaku yang tepat, dan interaksi sosial) sampai kira antara 1 dan 2 tahun.
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh James B Adam membandingkan 53 anak autis dengan 48 rekan-rekan yang normal. Orang tua dari kelompok pertama melaporkan adanya penundaan yang signifikan dalam mencapai perkembangan, termasuk usia merangkak (2 bulan keterlambatan), duduk (2 bulan keterlambatan), berjalan (4-5 bulan penundaan), dan berbicara (11 bulan penundaan atau lebih). Dengan demikian, tampaknya ada penundaan dalam keterampilan motorik kasar serta berbicara.. Sebaliknya, kelompok autisme tanda-akhir  mencapai tahap perkembangan pada saat yang sama sebagaimana anak-anak normal.
Beberapa studi terhadap otak juga menafsirkan bahwa kerusakan otak kadang terjadi selama trimester pertama kehamilan. Namun studi tersebut dilakukan terhadap individu yang lahir sebelum tahun 1990. Dengan demikian, temuan ini mungkin tidak berlaku untuk individu yang mengalami kemunduran.

Penyebab Autisme
Autisme tampaknya disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan, tetapi secara umum jelas faktor lingkungan dan genetiklah  yang penting. Sekitar 5-10% dari kasus autis melibatkan cacat genetik tunggal, seperti Fragile X atau Tuberous Sclerosis, dan banyak dari individu-individu tersebut menunjukkan gejala autisme. Namun, 90-95% kasus tidak menimbulkan cacat parah tetapi melibatkan seperangkat kompleks variasi genetik dan faktor lingkungan.
Studi terbesar oleh Hallmayer pada 2011 menemukan bahwa dari 192 pasangan kembar di California menemukan bahwa ketika salah satu kembar identik memiliki autisme, yang lain sering memiliki autisme (50-78% kemungkinan). Namun, saudara kembar juga bisa normal atau bahkan luar biasa. Studi Hallmayer menemukan bahwa autisme pada anak kembar fraternal jauh lebih rendah, sekitar 21% -36%. Berdasarkan hasil tersebut, para peneliti memperkirakan bahwa genetik menyumbang sekitar 38% dari autisme, dan bahwa faktor lingkungan mencapai sekitar 58%. Penafsiran lain adalah bahwa variasi genetik tertentu mengakibatkan kerentanan lebih besar terhadap faktor lingkungan tertentu, tetapi secara umum jelas faktor genetik dan faktor lingkungan sama pentingnya.
Jika orang tua memiliki anak autis, ada sekitar 19% kemungkinan mereka akan melahirkan anak-anak dengan autism. Saudara kandung dari anak autis juga berisiko lebih besar untuk gangguan berbicara dan cacat kognitif, yang terkadang tidak terdeteksi. Saudara kandung harus dievaluasi untuk kemungkinan keterlambatan bicara, keterlambatan perkembangan, dan ketidakmampuan belajar seperti disleksia, yang terjadi pada sekitar 25% dari saudara kandung.

Tidak ada konsensus umum bahwa faktor lingkungan meningkatkan risiko autisme. Karena kata “autis” hanya label individu yang memiliki salah satu dari gejala, ada kemungkinan faktor-faktor lain yang menyebabkan sejumlah gejala yang mirip dengan gejala autism. Beberapa faktor lingkungan diduga juga menjadi penyebab seperti alergi makanan, pestisida, keracunan logam berat, penggunaan antibiotik oral berlebihan, kekurangan nutrisi, USG, dan banyak lagi.

Sebuah studi menemukan bahwa sekitar 12% ibu dari anak autis memiliki antibodi terhadap jaringan otak janin dan antibodi tersebut telah terbukti mengganggu perkembangan normal pada hewan. Banyak anak autis memiliki kelainan pada sistem kekebalan tubuh mereka dan kelainan ini berkemungkinan besar berkontribusi untuk gejala yang mereka dapati. Sekitar 70% dari sistem kekebalan tubuh ada di usus dan anak-anak dengan autisme sering juga memiliki masalah usus besar.
Satu studi lainnya menemukan bahwa sekitar 40% ibu dari anak autis memiliki kelainan pada kedua methylation capacity  mereka dan kemampuan mereka untuk memproduksi glutation (antioksidan penting dan pertahanan terhadap logam beracun). Masalah-masalah ini dapat diobati dengan asam folinic (bentuk khusus dari asam folat) dan vitamin B12, dan mengkonsumsinya dapat mengurangi risiko memiliki anak dengan autisme. Masalah-masalah ini juga sangat umum pada anak dengan autisme, dan pengobatan dengan folinic asam dan vitamin B12 telah terbukti memperbaiki mereka.

Prevalensi Autisme
Telah ada peningkatan pesat dalam jumlah anak yang didiagnosis dengan autisme. Di Amerika, pada tahun 1970-kejadian autisme adalah 2-3 per 10.000. Saat ini, estimasi prevalensi gangguan spektrum autisme di AS adalah 1 dalam 88 anak-anak.
Kami tidak mengetahui secara pasti mengapa terjadi peningkatan dramatis dalam 25 tahun terakhir, tetapi ada beberapa hipotesis yang masuk akal. Karena ada lebih dari satu penyebab autis, mungkin ada lebih dari satu alasan yang menjadi penyebabnya. Sebagian kecil dari penyebab peningkatan autisme mungkin karena ada peningkatan kemampuan diagnosis dan kesadaran.  Tetapi laporan dari California (King 2009) mengungkapkan bahwa ini hanya menjelaskan 25% dari peningkatan ini. Alasan utama untuk peningkatan ini tentu karena faktor lingkungan, bukan genetik, karena tidak ada yang namanya ‘epidemi genetik’. Beberapa faktor lingkungan yang telah dibahas pada bagian sebelumnya mungkin menyumbang peningkatan angka yang pesat dalam autisme

Kondisi-Kondisi Umum di Autisme:
Retardasi mental: Fraksi dari penderita autis yang memenuhi kriteria untuk keterbelakangan mental telah dilaporkan meningkat dari 25% menjadi 70%. Ada kesulitan untuk mendeteksi keterlambatan berbicara yang ada. Orang tua harus meminta non-verbal intelligence tests yang tidak memerlukan keterampilan berbicara, seperti uji Nonverbal Intelligence. Terlepas dari hasilnya, harus disadari bahwa anak-anak autis membutuhkan ketralmpilan yang lebih banyak saat mereka dewasa. Hanya dengan terapi dan pendidikan yang tepatlah dapat membantu mereka mencapai potensi mereka sepenuhnya.

Kejang: Diperkirakan bahwa 25% dari individu autis mengalami kejang-kejang. Beberapa terjadi pada usia dini dan lainnya terjadi saat melalui pubertas (perubahan tingkat hormon dapat memicu kejang). Kejang ini berkisar dari ringan sampai berat.
Kebanyakan orang dengan autisme mengalami kejang yang tidak mudah terlihat tetapi secara signifikan dapat mempengaruhi fungsi mental. EEG selama satu atau dua jam mungkin tidak dapat mendeteksi aktivitas abnormal tersebut, sehingga dibutuhkan 24-jam EEG untuk mendeteksinya. Meskipun obat dapat digunakan untuk mengurangi aktivitas kejang, kesehatan anak harus diperiksa secara teratur karena obat ini dapat berbahaya.

Sebuah survei yang dilakukan Frye dan Adams pada tahun 2011 menemukan bahwa obat anti-kejang standard memang bisa mengontrol namun sering memperburuk gejala lain. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa diet khusus (diet ketogenik, diet Atkin dimodifikasi, dan bebas gluten, diet bebas kasein) bermanfaat dalam mengendalikan kejang dan tidak memperburuk gejala lainnya.
Ada banyak bukti bahwa suplemen gizi tertentu seperti vitamin B6 dan dimethylglycine (DMG), dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan lebih efektif  bagi banyak individu.

Konstipasi kronis dan / Diare
Sebuah survei terhadap 1.000 orang pada spektrum autisme menemukan bahwa 45% memiliki masalah pencernaan, dan semakin tua seseorang, semakin besar kemungkinan mereka memiliki masalah ini. Diare sebenarnya mungkin karena cairan yang bocor melewati massa tinja di usus besar. Anak-anak dengan masalah gastrointestinal yang signifikan harus menemui dokter yang tepat. Sayangnya, masalah pencernaan sering diabaikan dan tidak diobati.

Masalah Tidur: Banyak penderita autis memiliki masalah tidur. Biasanya disebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan yang disebabkan oleh alergi makanan. Menempatkan batu bata di bawah kasur di kepala tempat tidur dapat membantu menjaga naiknya asam lambung dan memberikan tidur yang lebih baik. Masalah makanan mungkin harus didiskusikan dengan profesional. Banyak studi menunjukkan bahwa melatonin sering berguna untuk individu autis tertidur. Intervensi populer lainnya termasuk triptofan atau 5-HTP. Menerapkan rutinitas tidur seperti mandi, menyikat gigi, membaca buku juga dapat membantu tidur. Olahraga berat juga akan membantu anak tidur.

Pica: 30% anak autis memiliki masalah pica. Pica mengacu pada memakan makanan non-makanan seperti cat, pasir, kotoran, kertas, dll. Pica dapat mengekspos anak untuk keracunan logam berat, terutama jika ada timbal dalam cat atau di tanah. Diskusikan suplementasi seng dengan dokter Anda.

Rendahnya Masa Otot: Studi yang dilakukan James B Adam menemukan bahwa 30% anak autis memiliki massa otot yang rencah dan ini membatasi kemampuan motorik halusnya. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa anak-anak cenderung memiliki kadar kalium rendah. Peningkatan konsumsi buah dan sayuran (sumber potasium) dapat membantu hal ini. Terapi okupasi dan fisik yang dilaksanakan setiap hari juga  dapat membantu.

Sensitivitas sensorik: Banyak anak autis memiliki sensitivitas yang tidak biasa terhadap suara, pemandangan, sentuhan, rasa, dan bau. Bernada tinggi terputus-putus, seperti alarm kebakaran atau lonceng sekolah mungkin menyakitkan bagi anak autis. Kain kasar juga sangat mungkin mengganggu mereka dan beberapa anak-anak memiliki kepekaan visual. Mereka terganggu oleh kedipan lampu neon. Jika anak sering adalah mungkin bahwa ia peka terhadap sensorik. Kepekaan sensorik sangat bervariasi pada autisme, dari ringan sampai parah. Meskipun tes nada murni pendengaran dapat diartikan ke pendengaran normal, anak mungkin memiliki detail kesulitan pendengaran yang tidak terdeteksi.
Beberapa anak memiliki ambang nyeri yang sangat tinggi (mereka tidak sensitif terhadap rasa sakit), sedangkan yang lain memiliki ambang nyeri yang sangat rendah. Intervensi dirancang untuk membantu menormalkan indera mereka, seperti integrasi sensorik, Auditori Pelatihan Integrasi (AIT), dan Irlen Lens.

Pengujian dan Perawatan Medis
Tes medis secara rutin biasanya dilakukan oleh dokter anak tradisional, tetapi test ini jarang mengungkapkan masalah medis yang mendasari yang sering dikaitkan dengan autisme, seperti masalah pencernaan, kekurangan nutrisi dan metabolik, paparan logam beracun dan disfungsi kekebalan tubuh. Sayangnya, banyak dokter percaya, meskipun tidak benar, bahwa satu-satunya perawatan medis yang berguna adalah obat-obat psikiatrik untuk mengurangi kejang dan masalah perilaku.

Tes genetik untuk Fragile X Sindrom  dapat membantu mengidentifikasi salah satu penyebab yang ada dan pengujian ini biasanya dianjurkan bila ada keterbelakangan mental dalam sejarah keluarga.

Autism Research Institute mendukung pendekatan medis integratif untuk mengobati spektrum autisme. Diantaranya:

Suplemen nutrisi, termasuk vitamin tertentu, mineral, asam amino, dan asam lemak esensial
Diet Bebas Gluten,  bebas dari susu (susu, es krim, yoghurt, dll), dan bebas dari kedelai.
Pengujian untuk alergi makanan
Pengobatan bakteri yang
Detoksifikasi

Psychiatric Medications
Berbagai topik yang dibahas dalam makalah didasarkan penelitian dan pengalaman pribadi oleh para penulis. Namun, mereka berbeda pendapat mereka tentang peran obat psikoaktif. Kami akan menjelaskan pendapat yang saling bertentangan, sehingga Anda dapat memutuskan untuk diri sendiri.

Grandin memiliki posisi yang relatif menerima pada penggunaan obat psikiatrik pada anak autis. Dia merasa bahwa akan lebih bermanfaat untuk mempertimbangkan pengobatan yang layak dan berguna. Rimland dan Edelson, di sisi lain, sangat menentang penggunaan obat-obatan kecuali sebagai jalan terakhir. Mereka merasakan risiko yang lebih besar daripada manfaatnya. Adams memiliki pandangan menengah.

Grandin
Tidak ada obat psikiatris untuk “autisme,” tetapi ada obat psikiatri yang banyak digunakan untuk mengobati gejala spesifik yang sering ditemukan pada autisme, seperti agresi, melukai diri, kecemasan, depresi, obsesif, dan attention deficit / hyperactivity disorder ( ADHD). Obat-obat ini umumnya mengubah tingkat neurotransmitter (pembawa pesan kimiawi) di otak. Tidak ada tes medis untuk menentukan apakah obat tertentu didasarkan pada evaluasi psikiater terhadap gejala pasien. Ini adalah pendekatan “trial and error” dan dosisnya perlu disesuaikan berbeda untuk setiap orang. Satu obat mungkin tidak efektif atau memiliki efek negatif sementara yang lain membantu.

Obat psikiatri banyak digunakan untuk mengobati gejala autisme dan mereka lebih bermanfaat pada anak-anak dibanding pada dewasa. Namun tetap ada kekhawatiran terhadap penggunaannya. Memang ada sedikit penelitian penggunaannya terhadap anak autis. Namun tidak ada penelitian secara jangka panjang. Terhadap efeknya, terutama untuk obat baru. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa penggunaan jangka panjang pada anak-anak dapat mempengaruhi perkembangan mereka. Mereka mengobati gejala tetapi bukan penyebab medis yang mendasari autisme. Mereka harus menyeimbangkan risiko vs manfaat. Obat harus memiliki dampak positif yang jelas. Untuk melihat pengaruh obat tidak dapat dilakukan pada saat yang sama setelah Anda mulai beberapa pengobatan lainnya. Ada obat yang terlalu banyak diberikan kepada anak untuk alasan sepele. Pada anak-anak muda diet khusus, vitamin, dan suplemen minyak ikan harus dicoba terlebih dahulu.

Rimland dan Edelson
ARI selama bertahun-tahun mendorong penelitian tentang intervensi medis yang memperbaiki masalah mendasar bukan pada terapi yang hanya menutupi atau menghambat gejala yang dihasilkan. Pendekatan medis yang terintegrasi sangat ideal karena melihat keseluruhan fungsi dari tubuh, bukan hanya otak. Pendekatan ini sering melibatkan diet terbatas dan suplemen gizi serta pengurangan akumulasi toksin seperti pestisida dan logam berat. Sebaliknya, ‘praktek standar’ yang ditawarkan oleh dokter anak tradisional, psikiater anak, ahli saraf anak sering bergantung pada obat resep yang dapat memiliki efek samping.

Autism Research Institute (ARI) telah mengumpulkan data dari ribuan orang tua tentang pengalaman mereka dengan obat-obatan psikiatri dan perawatan lainnya. Secara umum, orang tua melaporkan bahwa obat-obatan tersebut ada yang membantu dan ada yang menimbulkan masalah. Hal ini berbeda dengan perawatan lain yang juga telah dikumpulkan ARI, seperti suplemen nutrisi, diet khusus, dan detoksifikasi yang lebih membantu dan sangat jarang menyebabkan masalah.

Rimland dan Edelson merasa bahwa obat psikoaktif tidak boleh digunakan sama sekali pada anak-anak dan harus digunakan sebagai jalan terakhir bukan sebagai pengobatan awal. ARI telah mengumpulkan informasi dari orang tua dengan anak autis sejak tahun 1967.

Beberapa anak remaja dan dewasa dibantu oleh obat anti-psikotik, seperti Risperdal, atau anti-depresi, seperti Tofranil. Tetapi risiko efek sampingnya juga sangat signifikan. Ketika obat-obatan psikoaktif akan digunakan terhadap remaja atau orang dewasa, sangat baik untuk mengkonsumsinya dalam dosis yang sangat rendah, mungkin seperempat atau seperlima dari dosis biasa, sudah cukup.

Adams
Obat-obatan psikiatri tidak diuji dengan baik pada anak-anak autis terutama untuk penggunaan jangka panjang dan sering kali memiliki efek samping yang signifikan. Pendekatan medis terpadu (dukungan nutrisi, perubahan diet, detoksifikasi) jauh lebih aman dalam menangani masalah-masalah utama bukan gejala. Sedangkan obat-obatan psikiatri umumnya berfungsi dengan mengubah tingkat neurotransmitter, suplementasi nutrisi dengan vitamin, mineral, dan asam amino agar memungkinkan tubuh untuk membuat sendiri.

untuk ini penting agar pendekatan medis terpadu harus dicoba terlebih dahulu, terutama pada anak kecil, karena umumnya mereka memiliki lebih sedikit efek samping. Namun ada beberapa anak dan orang dewasa yang telah memperoleh manfaat dari obat psikiatri sehingga layak untuk dipertimbangkan setelah pendekatan medis terpadu telah dicoba. Pada anak-anak muda, mereka harus digunakan hanya sangat hati-hati, dan mulai dengan dosis rendah.

Pengembangan Berbicara

Salah satu pertanyaan paling umum yang orang tua tanyakan adalah: Apakah anak saya bisa mengembangkan kemampuan bicara?

Sebuah analisis data ARI  yang melibatkan 30.145 kasus menunjukkan bahwa 9% tidak pernah mengembangkan kemampuan bicara. Dari mereka ini 43% mulai berbicara pada akhir tahun pertama mereka, 35% mulai berbicara kira-kira tahun pertama dan kedua, dan 22% mulai bicara di tahun ketiga. Jadi, dengan intervensi yang tepat ada harapan bahwa anak autis dapat belajar untuk berbicara setidaknya sampai batas tertentu.

Ada beberapa cara untuk membantu anak-anak autis belajar bicara, termasuk:

  • Mengajar bicara dengan bahasa isyarat. Hal ini mudah bagi orangtua untuk belajar tanda-tanda sederhana dan menggunakannya ketika berbicara dengan anak mereka. Hal ini disebut sebagai ‘komunikasi simultan’. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa isyarat meningkatkan kemungkinan anak-anak belajar bahasa lisan.
  • Pengajaran dengan Sistem Picture Exchange Communication (Pecs), yang menggunakan satu set gambar atau simbol pada papan. Seperti dengan bahasa isyarat, juga dapat efektif dalam mengajar berbicara.
  • Applied Behavior Analysis (ABA)
  • Mendorong anak untuk bernyanyi dengan rekaman video atau rekaman
  • Vestibular stimulasi, seperti berayun di ayunan, saat mengajar bicara
  • Pendekatan gizi / medis Beberapa telah dikaitkan dengan perbaikan dramatis dalam produksi ujaran, termasuk dimethylglycine (DMG), vitamin B6 dengan magnesium, dan diet gluten-/casein-free.

Pendidikan / Pendekatan Perilaku
Terapi Pendekatan Perilaku sering efektif pada anak dengan autisme. Dengan ABA, secara ilmiah menjadi yang paling efektif-ABA secara signifikan telah diterbitkan keberbagai bentuk dari terapi pendidikan. Metode-metode ini dapat digunakan bersama dengan diet dan intervensi medis.

Orang tua, saudara, dan teman-teman mungkin memainkan peran penting dalam membantu perkembangan anak autis. Anak-anak pra sekolah belajar terutama dengan bermain, dan pentingnya bermain dalam pengajaran bahasa dan keterampilan sosial tidak bisa terlalu ditekankan. Idealnya, banyak teknik yang digunakan dalam ABA, integrasi sensorik, dan terapi lain dapat diperpanjang sepanjang hari dengan keluarga dan teman.

ABA: Banyak intervensi perilaku yang telah dikembangkan untuk anak autis dan mereka kebanyakan ada dibawah kategori ABA. Pendekatan ini umumnya melibatkan terapis yang bekerja intens, satu lawan satu dengan anak selama 20 sampai 40 jam / minggu. Anak-anak diajar keterampilan langkah-demi-langkah sederhana, seperti belajar warna satu per satu. Sesi biasanya dimulai dengan formal, latihan terstruktur, seperti belajar untuk menunjuk ke warna ketika namanya diberikan, kemudian setelah beberapa waktu, ada pergeseran ke arah keterampilan pada situasi lain dan lingkungan alam.

Saat ini, program ABA diterima secara luas dan American Medical Association dan US Surgeon General merekomendasikan terapi ABA untuk anak autis. Program ABA paling efektif bila dimulai dini (sebelum usia 5 tahun), tetapi mereka juga dapat membantu untuk anak yang lebih tua. Mereka sangat efektif dalam mengajar non-verbal anak-anak bagaimana berbicara.

Ada kesepakatan umum bahwa:

Intervensi perilaku yang melibatkan satu-satu interaksi biasanya bermanfaat, kadang-kadang dengan hasil yang sangat positif
Intervensi yang paling menguntungkan adalah dengan anak-anak bungsu, tetapi anak-anak lebih tua bisa mendapatkan keuntungan
Intervensi harus cukup banyak setiap minggunya, antara jam 20-40 jam.
Program ini harus mencakup terapis yang terlatih dan pengawasan yang berkelanjutan
Harus ada pertemuan tim reguler untuk menjaga konsistensi antara terapis dan mengevaluasi masalah
Yang paling penting, sesi harus menyenangkan bagi anak-anak untuk menjaga minat dan motivasi, jika anak Anda tidak senang melihat terapisnya, cari yang baru

Orang tua dianjurkan untuk memperoleh pelatihan ABA sehingga mereka dapat membantu mengawasi.

Mempersiapkan Masa Depan
Temple Grandin: “Sebagai orang autis saya ingin menekankan pentingnya mengembangkan bakat anak. Keterampilan sering tidak sama pada autisme dan seorang anak mungkin baik pada satu hal dan miskin di hal lain. Aku punya bakat dalam menggambar dan bakat ini kemudian berkembang menjadi karir dalam merancang sistem penanganan ternak untuk perusahaan daging sapi. Kemampuan pada anak dengan autisme akan sangat bervariasi, dan banyak individu akan berfungsi pada tingkat yang lebih rendah dari saya. Namun, mengembangkan bakat dan meningkatkan keterampilan akan menguntungkan semua. Jika seorang anak menjadi terpaku pada kereta api, gunakan motivasi untuk memotivasi belajar keterampilan lainnya. Misalnya, gunakan buku tentang kereta api untuk mengajar membaca, gunakan menghitung kecepatan kereta untuk mengajar matematika, dan mendorong minat dalam sejarah dengan mempelajari sejarah kereta api. “

Membangun pertemanan
Walaupun anak dengan autisme mungkin tampaknya lebih memilih untuk sendiri, salah satu isu paling penting bagi anak-anak dan orang dewasa adalah mengembangkan persahabatan dengan teman sebaya. Ini dapat memberi keuntungan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk dapat berinteraksi dengan anak lain. Selain itu, bullying di sekolah menengah dan tinggi dapat menjadi masalah besar bagi siswa dengan autis, dan membangun persahabatan adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah masalah ini.

Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan persahabatan adalah melalui kepentingan bersama, misalnya Pramuka, klub robotika, drama sekolah, band atau koran sekolah. Kegiatan ini memberikan gambaran pada anak autis kepada saipa dia dapat berbagi minat favorit nya.

Persahabatan dapat didorong secara informal dengan mengundang anak-anak lain ke rumah untuk bermain dan diawasi orang tua atau terapis. Di sekolah, istirahat dapat menjadi waktu yang berharga bagi guru untuk mendorong anak bermain dengan anak lain. Selanjutnya, sisihkan waktu di sekolah untuk formal “waktu bermain” antara anak dengan teman sebaya autisme dan relawan. Anak biasanya berpikir bahwa waktu bermain jauh lebih menyenangkan daripada sekolah biasa dan ini dapat membantu membangun persahabatan yang erat. Ini mungkin salah satu masalah yang paling penting untuk disertakan dalam rencana pendidikan bagi anak.

Perkiraan Kedepan
Saat ini, kebanyakan orang dewasa dengan autisme tinggal di rumah orang tua mereka atau hidup berkelompok. Beberapa hidup dengan dukungan dan bantuan yang sederhana dan beberapa dapat hidup mandiri. Beberapa mampu bekerja baik dalam pekerjaan sukarela atau pekerjaan pribadi, tetapi banyak yang tidak. Orang dewasa dengan PDD / NOS dan Asperger umumnya lebih mungkin untuk hidup mandiri, dan mereka lebih mungkin untuk bekerja. Sayangnya, mereka sering mengalami kesulitan untuk menemukan dan kemudian mempertahankan pekerjaan. Alasan utama untuk pengangguran adalah bukan kurangnya keterampilan kerja, namun keterampilan sosial yang terbatas. Dengan demikian, penting untuk mendorong keterampilan sosial yang tepat sejak dini.

Beberapa orang paling sukses pada spektrum autisme yang memiliki pekerjaan yang baik dan dinilai orang telah memiliki keterampilan khusus. Bidang yang cukup baik untuk dimasuki orang dengan spektrum autism adalah arsitektur, pemrograman komputer, penerjemahan bahasa, pendidikan khusus, layanan perpustakaan dan ilmu pengetahuan. Ada kemungkinan bahwa beberapa ilmuwan brilian dan musisi memiliki bentuk ringan dari Sindrom Asperger (Ledgin, 2002). Para individu yang paling sukses sering memiliki mentor baik di sekolah menengah, perguruan tinggi, atau di tempat kerja. Mentor dapat membantu menyalurkan karir.

Orang tua dan guru adalah pendukung yang paling kuat. Dengan campuran intervensi yang tepat, kebanyakan kemampuan anak autis akan meningkat.

Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya?
•    Menghadiri kelompok support group atau bergabung dengan emailgroup orang tua autis: Orang tua dapat menjadi sumber dukungan dan informasi.
•    Jika Anda belum memilikinya,  dapatkan diagnosa yang tepat, Anda akan membutuhkannya untuk mendapatkan treatment yang sesuai. Beberapa praktisi akan memberikan dengan cara yang lebut untuk menjaga perasaan anda. Ini bukan suatu kebaikan karena akan menghambat kemampuan anda untuk memberikan pelayanan kepada anak anda.
•    Hubungi sekolah lokal anda dan tanyakan tentang program sekolah. Lihat apa yang mereka tawarkan.
•    Cari dokter lokal yang menawarkan pendekatan medis terpadu untuk autisme. Beberapa dokter akan terbuka untuk pengujian medis dan nutrisi serta perawatan medis dan gizi, tetapi yang lain tidak. Temukan yang bersedia untuk membantu anak Anda, dibandingkan hanya memantau tingkat keparahan masalah anak Anda. Jangan membawa anak Anda ke dokter yang tidak mendukung Anda atau menghormati sudut pandang Anda.
•    Pastikan Anda masih memiliki waktu yang cukup untuk pasangan atau anak-anak anda yang lain. Memiliki anak autisme dapat menimbulkan banyak tantangan dan Anda harus siap untuk jangka panjang.
•    Lanjutkan mencoba untuk mempelajari semua yang Anda bisa. Selamat mencoba!

Penulis:
James B. Adams, Ph.D., adalah ayah dari seorang putri autis, selama duabelas tahun menjabat sebagai President of the Greater Phoenix Chapter of the Autism Society of America. Seorang profesional bidang engineering materi di Arizona State University, di mana banyak penelitian difokuskan pada mencari penyebab biomedis autisme dan pengobatan yang efektif untuk itu.

Stephen M. Edelson memiliki gelar Ph.D. dalam psikologi eksperimental, dan telah bekerja di bidang autisme selama lebih dari 30 tahun. Direktur dari Autism Research Institute di San Diego, CA. Telah melakukan penelitian di banyak bidang autisme termasuk biomedis, sensorik, kognitif, dan perilaku.

Temple Grandin, Ph.D. adalah Profesor Ilmu Hewan di Colorado State University dan orang dengan autisme. Dia adalah penulis beberapa buku, termasuk Emergence: Labeled Autistic, Thinking in Pictures, The Way I See It, and Different – Not Less.  Dia juga seorang desainer fasilitas penanganan ternak terkemuka. Setengah dari sapi di Amerika Utara ditangani di fasilitas yang ia rancang. Pembicara populer di perguruan tinggi dan konferensi- konferensi autisme.

Bernard Rimland, Ph.D. meninggal pada bulan November, 2006. Ia mendirikan Autism Research Institute (ARI) di San Diego pada tahun 1967, dan menjabat sebagai direktur hingga 2006. Dia juga mendirikan Autism Society of America pada tahun 1965, dan menjabat sebagai anggota dewan kehormatan sampai 2006. Dr Rimland adalah penulis buku Infantile Autism: The Syndrome and Its Implications for a Neural Theory of Behavior, which is credited with debunking the “mother-blaming theories of autism prevalent in the 20th century.  Dia juga ayah dari seorang dewasa autis. Memberikan kontribusi signifikan terhadap dua versi awal dari makalah ini.

Source: http://www.kibm.or.id/memahami-autism/saran-untuk-orangtua.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *